| Selamat siang Bu Lia,
Format stock card/ bin card barang yang biasa dipakai adalah spt yg biasa yg kita temui di Toko Buku. Stock card ditaruh di dus/ordner, bin card ditaruh di lokasi barang (digantung/di masukkan ke dalam lokasi barang).
Yang saya sarankan bukan ke2nya, tapi bin card lokasi, formatnya tidak beda jauh, di judulnya biasa kita tulis kode barang :, kita ganti dgn kode lokasi :, kode barang turun menjadi tambahan kolom. Meskipun secara format berbeda sedikit, tapi secara sistem perbedaannya sangat drastis. Konsep kode barang kita ubah ke kode lokasi. Ini mempengaruhi pencarian barang, stokopname, dsb.
Salah satu sumber yang utama penyakit gudang di Indonesia (maupun negara lain), yang akibatnya : stok selisih, cari barang susah, stokopname susah, adalah ini : salah menggunakan format kartu dan salah basic gudangnya.
Wah, bakal kepanjangan nih Bu, tapi jika Ibu menginginkan tetap menggunakan kartu stok/bincard manual : gunakanlah bincard lokasi, jangan bincard barang, positif pointsnya sangat banyak.
Tapi untuk menerapkan ini bukan hal yang mudah bagi Implementor, karena kita mesti sanggup mengantisipasi banyak hal, termasuk bagaimana caranya kita tahu jika ada yg tidak nulis di kartu, dsb.
Thanks. Indy Taruna Dinamika Informatika Warehouse Management System Specialist
--- On Fri, 12/17/10, Lia Rosita <lia@plossasia.com> wrote: From: Lia Rosita <lia@plossasia.com> Subject: RE: IPOMS-APICS Re: : emergency action bila ERP down (was : Stock Card, masih perlu To: APICS-ID@yahoogroups.com Date: Friday, December 17, 2010, 1:18 AM
Selamat Siang Mbak Indy, Saya jadi kepingin tahu lebih jelas. Perbedaan Bin Card itu apa ya dibanding Stock Card yang biasa dipakai? Thanks untuk sharenya… Salam Lia Rosita Wibowo PT . PLOSS ASIA Visit our website: www.plossasia.com From: APICS-ID@yahoogroups.com [mailto:APICS-ID@yahoogroups.com] On Behalf Of Indy Taruna Sent: Friday, December 17, 2010 11:05 AM To: APICS-ID@yahoogroups.com Subject: Re: IPOMS-APICS Re: : emergency action bila ERP down (was : Stock Card, masih perlu | Selamat siang Pak, Kelihatannya untuk penempatan barang, Bapak menggunakan sistem fixed location : setiap lokasi sdh ada peruntukannya untuk barang tertentu. Alternatif lain sistem penempatan barangnya jangan fixed tapi floating/random, jadi setiap lokasi boleh diisi barang yang berbeda (pagi diisi brg A dan B, kosong, besok diisi brg C dan D). Stock card diubah menjadi Bin Card tapi tidak per kode barang, tapi per lokasi. Indy Taruna Dinamika Informatika Warehouse Management System Specialist --- On Thu, 12/16/10, Gusman Simon <agusman1s@yahoo.co.id> wrote: From: Gusman Simon <agusman1s@yahoo.co.id> Subject: IPOMS-APICS Re: : emergency action bila ERP down (was : Stock Card, masih perlu To: APICS-ID@yahoogroups.com Date: Thursday, December 16, 2010, 10:51 PM Di tempat kami masih menggunakan stock card manual karena dukungan sistem informasi hanya melalui excell file yakni floor mapping dan transaction record, namun kami didukung oleh data SAP oleh customer kami yang merupakan perusahaan manufaktur. Setiap hari kami mendapat laporan SAP (jumlah per part number) sebagai perbandingan terhadap data internal. Kelemahan penggunaan stock card secara manual yang kami rasakan ialah banyaknya stock card terbuang karena rack masing-2 material tidak fix 100 %. kami tidak dapat memastikan masuknya barang secara tepat pada rack terdahulu karena telah diisi oleh material lain karena keterbatasan tempat. jadi sifat rack hanya grouping per kategori material bukan per part number. belum lagi part yang kategori fast moving yang pergerakan keluar masuk jumlahnya per total isi 1 rack tersebut. keuntungannya biaya sistem informasi murah dan human error di counter oleh stock card maupun floor mapping dan transaction record Apakah ada alternatif terhadap stock card yang akhirnya banyak terbuang ini Sebelumnya saya ucapkan terima kasih Dari: "APICS-ID@yahoogroups.com" <APICS-ID@yahoogroups.com> Kepada: APICS-ID@yahoogroups.com Terkirim: Kam, 2 Desember, 2010 17:25:44 Judul: IPOMS-APICS Digest Number 2879 Thu Dec 2, 2010 12:47 am (PST) dear bapak ibu, apakah bisa kita gunakan jg formula pareto untuk stock take, sehingga bisa lebih mempercepat waktu stock take ? jadi kelas abc nya disesuaikan dengan perlu apa tidaknya keakurasian dalam stock take... terimakasih sebelumnya.salam, roy @ lg stocktake di daerah benete, sumbawa barat...... --- Pada Sel, 30/11/10, Nurhadi <hadynur@gmail. com> menulis: Dari: Nurhadi <hadynur@gmail. com> Judul: Re: IPOMS-APICS : emergency action bila ERP down (was : Stock Card, masih perlu kah ?) Kepada: APICS-ID@yahoogroup s.com Tanggal: Selasa, 30 November, 2010, 6:07 AM Rekan, Sekedar menambahkan. 1. Stock card, pada level implementasinya beragam, tetapi sebaiknya mencantumkan informasi minimal sbb: nama barang, kode, stock saldo awal, qty transaksi dan saldo akhir. Perlu jg mencantumkan addresing/lokasi per item. Silakan dilakukan utilisasi seperlunya, tp major informasi harus tercantum. Additional, bisa dimasukan bisa jg tidak. 2. Anda perlu hati-hati dgn penggunaan stock card pd saat stock take. Pengalaman saya, di level bawah mereka tdk sungguh2 menghitung stock fisik, tetapi hanya menulis ulang qty saldo akhir yang ada di stock card sehingga secara waktu sangat cepat. Stock take yang baik tetap harus menghitung stock fisik, bukan stock card. Salam. -- Nurhadi Professional networking http://www.linkedin .com/in/Nurhadi On 11/30/10, Bung Roy <dragroy0304@ yahoo.com> wrote: > > dear all, > > berkaitan dengan tingkat ketepatan dan kecepatan dalam stock take, apakah > dengan adanya stock card sangat berpengaruh terhadap ketepatan dan kecepatan > / downtime ketika melakukan stock take ? dan minimal informasi apa saja yg > diperlukan pada stock card tersebut ? > terimakasih sebelumnya atas share dari bapak / ibu, > salam, roy > --- Pada Sel, 23/11/10, faridm@cbn.net. id <faridm@cbn.net. id> menulis: > > Dari: faridm@cbn.net. id <faridm@cbn.net. id> > Judul: Re: IPOMS-APICS : emergency action bila ERP down (was : Stock Card, > masih perlu kah ?) > Kepada: APICS-ID@yahoogroup s.com > Tanggal: Selasa, 23 November, 2010, 7:26 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Sekedar sharing pengalaman saya dulu sewaktu menggunakan ERP SAP di wms, > dimana operasional sdh sangat tergantung dg system tsb. > > Bersama dg IT kita membuat semacam emergency plan apabila ada masalah di > system (misal system down, etc), kurang lebih sbb : > - sampai 3 jam pertama system belum recover, maka operasional warehouse > tetap berhenti. > - bila setelah 3 jam belum recover, mulai dilakukan persiapan utk melakukan > operasional secara manual > - mulai jam ke 4 baru mulai dilakukan proses operasional secara manual dan > dipilih transaksi yang full pallet atau yg urgent saja. > - proses manual tsb bisa terus dilakukan sampai max untuk 12 jam. > - selama proses manual tsb dilakukan, maka team IT tetap akan berusaha utk > me-recover system. > - hal yang dilakukan pertama kali sewaktu system sdh direcover adalah > menginput semua transaksi manual tsb kedalam system (dg bantuan dr super > user atau IT). Bila sdh selesai diinput, kemudian lakukan stock take, baru > kemudian dilanjutkan proses operasional gudang dg system tsb. > > Bagaimana kalau sampai lebih dari 16 jam team IT belum bisa me-recover > system ? Team IT tsb dibubarkan saja :).......just kidding, walaupun hal itu > benar2 yang disampaikan oleh team IT sewaktu kami membuat prosedur emergency > tsb. > > Semoga membantu.... . > > Cheers, > Farid > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: Hariyanto Salim <hs@ipoms.web. id> > Date: Tue, 23 Nov 2010 15:26:55 +0700To: <APICS-ID@yahoogroup s.com>ReplyTo: > APICS-ID@yahoogroup s.com > Subject: Re: IPOMS-APICS Stock Card, masih perlu kah ? > > > > > > > > > Jadi ingin menambahkan. > Belajar dari pengalaman pahit Garuda yang 'tergantung sekali' dengan sistem > komputer, pertanyaan mungkin diganti: > ' Apa yang harus dilakukan bila sistem ERP/Warehouse komputer down atau > mengalami gangguan ?' > > Bagaimana menyikapinya? > Strategi apa yang kita punyai?Apa yang harus kita siapkan? > Apakah kita harus stop terima/keluar barang dari gudang?Apakah kita > lanjutkan kegiatan material management? > > 2010/11/23 devy huzairin™ <devy.mail@gmail. com> > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Salam kenal semua... > > Perusahaan tempat saya bekerja sekarang sudah tidak menggunakan kartu stock > manual, sama seperti yg lain, kami menggunakan ERP, tapi utk memeriksa > keakuratan data stock, biasanya kami melakukan stock-opname per-3 bulan. > > > > penggunaan kartu stock di tempat saya dinilai kurang efesien, mengingat > storage kami merupakan ruang terbuka. hingga rentan akan kerusakan. > > regards, > > > 2010/11/23 Prasetyo Utomo <oetomo_prasetyo@ yahoo.com> > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Pak Roy, > > Saya sudah meninggalkan kartu stock dari tahun 1997 semenjak SAP digunakan > di perush saya dulu bekerja. > > Menurut saya pribadi, jika ERP sudah mumpuni, penggunaan kartu stock menjadi > redundancy process. Jika tujuan untuk kontrol, bisa dilakukan dengan cycle > count dll. Tetapi jika untuk dapat info secara cepat ttg jumlah stok dari > tiap SKU, tetap bisa didapatkan dari ERP. > > > > Cheers > > --- On Mon, 11/22/10, Bung Roy <dragroy0304@ yahoo.com> wrote: > > > From: Bung Roy <dragroy0304@ yahoo.com> > Subject: IPOMS-APICS Stock Card, masih perlu kah ? > > > To: APICS-ID@yahoogroup s.com > Date: Monday, November 22, 2010, 9:24 PM > > > > > > > > > > > > > Dear Bapak Ibu yg terhormat, > > > ditengah semakin majunya sistem warehousing, dengan RFID dll... menurut > bapak ibu, apakah Stock Card masih tetep diperlukan ? atau apakah sudah ada > bentuk lain dari stock card yg mengikuti perkembangan teknologi > warehousing. . > > > > > digudang tempat kerja saya tidak menggunakan stock card, salah satu > alasannya yaitu sudah ada sistem recording di komputer. bagaimana dgn > gudangnya bapak2 sekalian.. > > > terimakasih dan salam, > Roy |
|
No comments:
Post a Comment